Sunday, November 13, 2005

SUPIR JAHANAM

“bagaimana bila aku
bukan perawan seperti yg engkau mau
mungkin saja dulu ku pernah ternoda
apa bedanya bila aku mencinta “


Anda semua pasti sudah akrab dengan lagu “Sekali cinta tetap cinta” yang dilantunkan Helena. Namun mungkin tidak banyak yang tahu peristiwa tragis yang dialami oleh kakakku itu. Peristiwa ini terjadi tiga tahun yang lalu. Saat itu aku baru berumur 14 tahun.Di Jakarta aku bersama Helena menempati salah satu rumah pamanku. Kebetulan rumah itu tidak ditempatinya. Saat itu Helena berumur 18 tahun dan kuliah tingkat satu di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Kakakku wajahnya cantik mirip dengan bintang film dari Hongkong atau Taiwan. Kulitnya putih mulus, memang kami adalah keluarga keturunan. Dengan tinggi di atas 165 cm sementara beratnya 50 kg, tubuhnya cukup ideal untuk seorang gadis. Sehingga tidaklah heran kalau teman-teman cowoknya banyak yang mendekatinya. Selain aku dan kakakku, kami mempunyai seorang pembantu perempuan dan seorang supir yang mengantar kami sekolah. Supir kami namanya Sudin. Sebelumnya ia bekerja sebagai tukang ojek. Belakangan aku mempunyai firasat yang kurang baik saat beberapa kali kulihat Sudin menatap bagian tubuh tertentu kakakku. Memang kadang-kadang kakakku mengenakan baju yang cukup ketat. Apalagi setelah pembantuku pulang ke desanya, kadang-kadang kakakku hanya sendirian dengan Sudin di dalam rumah karena jam sekolahku berbeda dengannya. Suatu hari saat aku dan kakakku sedang menonton TV di ruang tamu, tiba-tiba Sudin muncul bersama dua orang temannya tukang ojek yang beroperasi di dekat rumahku. Mereka ternyata hendak merampok karena hanya aku dan kakakku saja yang tinggal di rumah itu. Sambil mengancam, mereka memaksa kami untuk menyerahkan barang-barang berharga milik kami seperti uang, arloji, handphone, dll. Mereka kemudian masuk ke kamar kakakku untuk mengambil perhiasan kakakku. Setelah selesai mengambil semua, tiba-tiba salah seorang teman Sudin berkata,"Eh, ngomong-ngomong cewek ini boleh juga ya. Mending kita sikat saja sekalian.""Iya nih. Wajahnya cakep dan kulit mukanya putih, nggak tahu kalau bagian tubuh yang lainnya," kata yang lain sambil memandang kakakku dengan tersenyum-senyum. "Wah, bener juga kata lu. Susunya montok tuh, ngelihatnya saja sudah bikin kontol ngaceng. Kita bisa pesta nih. Mimpi apa kita semalam. Apalagi kita belum pernah ngerasain amoy. Yuk, kita garap rame-rame," timpalnya lagi. Sudin mendekati kakakku. Sambil meraba-raba pipi kakakku ia berkata," Dia namanya Helena. Aku sendiri sebenarnya sudah lama pengin ngrasain dia. Apalagi dia suka pake pakaian yang bikin orang merangsang. Hari ini kita bakalan puas deh." Kemudian kakakku menampik tangan Sudin sambil menatap wajahnya."Kurang ajar kamu yah. Aku ini kan majikanmu."Bukannya takut Sudin malah makin berani."Aku memang kacungmu yang biasa diperintah-perintah tapi kali ini kamulah yang akan menuruti kemauan kami," kata Sudin. Tiba-tiba kedua tangannya meraih payudara Helena dan meremas-remasnya. Melihat itu aku menjadi emosi, seketika aku menerjang Sudin dan memukulinya.Tapi mereka kemudian mengeroyokku dan memukuliku sampai babak belur. Sementara Helena menjerit-jerit menyaksikan aku dipukuli oleh mereka." Kamu jangan macam-macam kalau tidak ingin kami bunuh," kata Sudin sambil menamparku."Jo, ikat dia. Biar dia menyaksikan kita menikmati kakaknya," kata Sudin memerintah temannya.Kemudian mereka mengikatku di kursi di dekat ranjang kakakku. "Helena, kalian akan kuampuni kalau kamu mau menuruti kemauan kami. Kalau kamu melawan, adikmu akan kubunuh dan kau pun akan kubunuh setelah kami puas menikmatimu. Saat ini tidak ada yang dapat menolong kalian," katanya. Setelah mengikatku mereka bertiga mulai mendekati Helena dengan tertawa-tawa dan menatapnya dengan penuh nafsu. Aku meronta-ronta hendak melepaskan diri namun tidak berhasil. Setelah mengikatku Sudin tanpa membuang-buang waktu langsung mendekati kakakku dan menciuminya. Mula-mula hidung dan pipinya akhirnya melumat bibirnya. Sementara kedua tangannya mulai meraba-raba dadanya kemudian meremas-remasnya. Sambil tertawa-tawa ia berkata," Gimana rasanya, enak khan pijitanku. Susumu benar-benar nikmat," katanya sementara kedua tangannya masih meremas-remas payudara Helena. Kakakku hanya bisa diam saja. Sementara teman-temannya ikut tertawa mendengarnya. Lalu mereka tidak mau kalah dengannya. Salah seorang di antaranya langsung menyingkap roknya sehingga kelihatan celana dalam dan kedua belah pahanya yang putih mulus. Kemudian paha Helena segera diraba-rabanya. Bahkan salah seorang di antaranya memasukkan tangannya ke celana dalamnya. Sungguh menyakitkan menyaksikan peristiwa itu. Aku tidak pernah membayangkan kalau kakakku yang cantik yang masih polos dan perawan dijadikan alat pemuas nafsu oleh supir dan tukang ojek. Kemudian mereka bertiga membawa Helena dan menidurkan di ranjangnya. Akhirnya Sudin dkk melepaskan kaos yang dikenakan kakakku sehingga ia hanya mengenakan BH dan celana dalam saja. Sudin meraba-raba BH-nya sambil berkata," Wah penasaran nih pingin lihat susunya amoy." katanya sambil tersenyum-senyum. Tak lama kemudian ia kemudian membuka BH-nya. Dan mereka menatap payudara kakakku yang indah itu."Wah susu Helena bagus ya," kata salah seorang sementara kedua tangannya mengusap-usap payudara kakakku."Wah putingnya merah muda. Bikin tambah nafsu saja," kata yang lain."Coba lihat ukuran BH-nya. Eh BH-nya Triumph ukurannya 34B," kata Jo.Kemudian gantian Sudin yang meraba-raba dan meremas-remas buah dada kakakku. Yang lainnya tidak mau kalah, segera menanggalkan celana dalamnya. Sehingga Helena saat itu dalam keadaan polos; telanjang bulat tanpa selembar benang pun yang melekat di tubuhnya yang tentu saja menjadi tontonan asyik bagi mereka. Dan tampaklah bulu kemaluannya yang halus dan jarang." Hehehe, lihat tuh jembutnya tipis. Aku suka sama cewek yang satu ini." Kemudian Sudin langsung meraba-raba bulu kemaluannya sambil membuka kedua paha Helena lebar-lebar. Terlihatlah liang vaginanya yang masih rapat. Tangan Sudin segera menjamah liang yang sempit itu sambil menggerak-gerakkan klitorisnya. Sementara puting susu kakakku mulai dihisap-hisap oleh temannya sambil sesekali mempermainkan putingnya dengan ujung lidahnya. Kemudian salah seorang dari mereka berkata kepada Sudin,: "Kamu mulai duluan aja!" Sudin langsung membuka baju sampai celana dalamnya. Tampaklah batang kemaluannya yang berwarna hitam dan lebih besar dari punyaku. Kemudian tanpa menyia-nyiakan waktu ia langsung menghunjamkan senjatanya ke vagina Helena yang masih kering itu. Kudengar kakakku menjerit kesakitan saat benda terkutuknya memasuki tubuh Helena. Kemudian dia segera mendorong dengan sekuat tenaga sehingga seluruh barang miliknya amblas ke dalam vagina kakakku. Dengan demikian sobeklah selaput keperawanan Helena. Sudin mulai memaju- mundurkan penisnya, memasukkannya berulang-ulang ke tubuh kakakku. Sambil melakukan itu ia berkata," Wah, enak nih masih seret." Sementara kedua temannya yang sibuk menjamah dan meremas-remas payudara serta membelai-belai Helena, tertawa-tawa mendengar perkataan Sudin. Sementara itu terlihat vagina kakakku berdarah yang menodai seprei di sekitarnya menjadi merah. "Wah. Gila masih perawan. Mimpi apa aku semalam," kata Sudin. Sambil menyetubuhi Helena, Sudin berkata kepadaku," Kakakmu enak sekali lho. Benar-benar puas aku dapat mengentotnya." Sambil tertawa-tawa dia mengocok tubuh Helena habis-habisan. Sesekali mereka memandang ke arahku dan mengejekku. Sementara kakakku merintih-rintih dan menjerit-jerit. Aku tidak tahu apakah saat itu ia kesakitan ataukah merasakan kenikmatan. Terlihat bahwa tubuh Helena mengikuti gerakan Sudin. Dan saking kerasnya goyangan Sudin, kedua payudara kakakku mengikuti goyangan tersebut dengan berputar-putar. Sementara Helena mendesah mengikuti irama gerakan Sudin. " Hehehe. Akhirnya terangsang juga kamu ya. Kalau nggak gini kan kamu nggak tahu enaknya kontol," kata Sudin sambil terus menyetubuhi kakakku. Tanpa terasa kontolku sendiri ikut ngaceng dan aku menjadi terangsang melihat pemandangan itu. Aku mungkin sudah gila tapi aku menjadi menikmati pemandangan di depanku itu. Bahkan beberapa saat kemudian aku juga mengalami ejakulasi. Sementara kedua temannya menyaksikan hal tersebut sambil tertawa-tawa. "Lihat susunya berputar-putar," katanya. Kemudian akhirnya mereka semua menanggalkan pakaian mereka sehingga akhirnya keempat orang di ranjang tersebut semuanya telanjang bulat. Tubuh Helena yang putih mulus tersebut tampak kontras dengan tiga pria yang lain yang berkulit kehitaman. Sementara Sudin menikmati vagina kakakku sambil meremas-remas kedua payudaranya, yang lainnya juga ikut menggesek-gesekkan kontolnya pada tubuh Helena. Bahkan salah seorang di antaranya memasukkan kontolnya ke mulut kakakku; memaksa Helena untuk melakukan oral sex. Setelah itu Sudin menyuruh kakakku untuk melakukan pijit ala Thai yaitu memijat dengan kedua payudaranya. Helena yang telah pasrah dengan apa yang terjadi menuruti kemauan nya dengan menggerak-gerakkan susunya ke seluruh tubuh Sudin. Sambil tertawa puas Sudin berkata," Wah, baru kali ini aku ngasain dipijat susu sama amoy. Rasanya lebih enak daripada di Kramat Tunggak." Tak lama kemudian Sudin mengalami ejakulasi dan menumpahkan seluruh spermanya ke dalam vagina kakakku. Tampak ia terengah-engah. Setelah itu giliran Jo yang merasakan vagina Helena. Mula-mula ia melakukannya dalam posisi kakakku terduduk lalu dalam posisi doggy style. Sambil melakukannya ia menepuk-nepuk payudara Helena yang bergerak-gerak. Sementara ia melakukan itu, temannya yang satunya yang berambut gondrong berada di depan kakakku memaksa Helena untuk memasukkan kontolnya ke dalam mulut kakakku. Sehingga akhirnya Helena mengemut kontolnya. Goyangan orang yang di belakang menggerakkan seluruh tubuh kakakku sehingga yang di depan jadi merem melek karena kontolnya dikocok oleh mulut Helena. Kemudian mereka berganti posisi, yang semula di-emut giliran menikmati vagina kakakku sementara Jo di-emut kontolnya. Setelah itu ia berdiri dan menyuruh Helena untuk berlutut di depannya untuk memasukkan kontolnya ke dalam mulut kakakku. Helena disuruh mengemut dan menjilati kontolnya seolah-olah seperti permen. Ketika kakakku melakukannya, ia berkacak pinggang dan tertawa-tawa. Sementara itu si Gondrong asyik meraba-raba jembut dan vagina Helena setelah itu meremas-remas buah dada kakakku dari belakang. Kemudian ia menggesek-gesekkan kontolnya ke susu Helena dan kemudian menjepitnya dengan kedua susunya. Kemudian mereka berganti posisi lagi. Kali ini giliran si Gondrong yang memasukkan kontolnya ke vagina kakakku. Ia melakukannya pada Helena yang dalam posisi tidur miring. Sementara itu Jo bersimpuh di wajah kakakku dan lagi-lagi memasukkan kontolnya ke dalam mulut Helena. Kemudian gantian Jo yang memasukkan barangnya di tubuh kakakku. Pada saat akan ejakulasi, dia mengeluarkan kontolnyadan memuncratkan air maninya di payudara Helena. Si Gondrong berkata, "Eh, sialan lu padahal gua mau ngemut susunya.Eh lu semprot dengan peju lu." Mendengar itu, mereka semua pada tertawa. Setelah itu Jo 'meratakan' sperma ke seluruh bagian dada kakakku. Sehingga tubuh Helena menjadi basah mengkilap oleh spemanya. Akhirnya kembali si Gondrong yang menikmati kakakku. Ia melakukannya dalam posisi duduk sementara Helena telentang di depannya. Ia merentangkan kedua paha kakakku lebar-lebar dan memeganginya sementara ia memasukkan kontolnya di antara kedua paha Helena. Setelah itu ia memasukkan penisnya ke mulut kakakku yang duduk di depannya. Pada saat akan ejakulasi, ia menyemprotkan air maninya ke muka dan rambut Helena dan mengelapnya ke seluruh bagian muka kakakku. Kemudian ia menyuruh Helena untuk menjilati sisa sperma di kontolnya sampai bersih. Setelah itu kembali Sudin meminta kakakku mengemut kontolnya sampai ia mengalami ejakulasi kedua. Pada saat ejakulasi, ia menumpahkan seluruh spermanya di dalam mulut Helena. Sehingga kakakku menelan seluruh sperma yang dikeluarkan. Setelah itu Sudin menyuruh Helena menunggingkan pantatnya. Dengan tiba-tiba ia memasukkan jari tangannya ke dalam anus Helena, membuat Helena memekik kesakitan. Sudin menjadi terangsang mendengar teriakan Helena sehingga tampak kontolnya berdiri lagi. "Wah, lobang pantatnya masih perawan. Sayang kalau dianganggurin..." Sudin menarik jarinya dari anus Helena dan menggantikannya dengan kontolnya yang licin mengkilat. Lobang pantat Helena yang masih sempit dan perawan itu sangat susah dimasuki oleh kontol Sudin. Helena merintih-rintih kesakitan ketika merasakan kontol Sudin berusaha memerawani anusnya. Rintihan Helena berubah menjadi jeritan kesakitan ketika Sudin dengan paksa menghujamkan barangnya ke dalam lobang pantat Helena. "Aaahhhh.... sakit......ampun...." Sudin berada di langit ke tujuh. Anus Helena yang sempit dan perawan itu meremas-remas kontolnya. Sudin lalu mengocok pantat Helena sepuasnya sehingga anus Helena berdarah-darah. Helena terus berteriak dan menjerit kesakitan hingga ia semaput. Melihat itu Sudin mempercepat kocokannya di pantat Helena hingga ia mencapai klimaks dan menumpahkan seluruh spermanya yang tersisa dalam anus Helena, bercampur dengan darahnya. Dengan demikian maka akhirnya puaslah sudah ketiga laki-laki tersebut menikmati tubuh kakakku. Sambil tertawa-tawa si Gondrong berkata," Kita puas deh hari ini. Kamu memang dapat memuaskan laki-laki. Kami semua senang bisa menikmati kamu.""Kamu tentunya puas juga khan merasakan nikmatnya kontol-kontol kami. Kamu sekarang sudah bukan perawan lagi. Gimana rasanya, enak khan dinikmati oleh supirnya dan tukang ojek," kata Sudin."Gila nih cewek. Cakep-cakep gini ternyata suka nenggak peju," timpal Jo. Mereka semua tertawa mendengar perkataan Jo."Ayo ah kita cabut. Kita sudah puas nih. Terima kasih ya atas barang-barangnya serta 'bonus istimewanya'," kata Sudin. Setelah puas akhirnya mereka membawa barang-barang jarahannya dan meninggalkan kakakku dalam keadaan lemas dan telanjang bulat dan menangis terisak-isak. Masih terlihat bekas noda darah keperawanannya di seprei yang mengalir dari vagina dan anusnya. Sejak saat itu Sudin tidak pernah kembali lagi dan aku tidak pernah bertemu lagi dengan mereka. Untunglah kakakku orangnya cukup tegar. Setelah menjalani terapi dengan dokter ahli, kakakku dapat sembuh dan dapat segera melupakan peristiwa tragis itu. Setelah cuti satu tahun kakakku melanjutkan kuliahnya lagi. Ia juga dapat bergaul dengan teman-temannya seperti sebelumnya bahkan ia sempat menjadi finalis kejuaran menyanyi mencari Idola Indonesia. Hal yang menguntungkan adalah kakakku tidak hamil oleh peristiwa itu. Walaupun satu hal yang tidak dapat disangkal lagi adalah kakakku pernah diperkosa dan sudah tidak perawan lagi.

“setelah lama berduamengapa baru kini jujurtentang cinta yg kau inginkandan kau menuntut kesucian
reff: bagaimana bila akubukan perawan spt yg engkau maumungkin saja dulu ku pernah ternodaapa bedanya bila aku mencinta
bisakah bila kau hapussempitnya pikiranmu ttg akhir cintaseandainya dulu kau berlumur dosasekali ku cinta tetap cinta”
Sekali Cinta Tetap Cinta - Helena

0 Comments:

Post a Comment

<< Home